Kembali ke Kurikulum
Materi 1 / 5
Bab Al-Kalam

الكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيدُ بِالوَضْعِ. وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ: اسْمٌ، وَفِعْلٌ، وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنَى.

"Kalam (kalimat sempurna) adalah lafazh yang tersusun, memberikan faedah, dan disengaja (menggunakan bahasa Arab). Pembagiannya ada tiga: Isim (kata benda), Fi'il (kata kerja), dan Huruf yang memiliki makna."

Penjelasan & Syarah

Sebuah untaian kata dalam Bahasa Arab baru bisa dikategorikan sebagai Kalam apabila memenuhi 4 syarat mutlak:

  1. Lafazh: Berupa suara yang diucapkan dan mengandung beberapa huruf hijaiyah.
  2. Murakkab: Tersusun dari minimal dua kata atau lebih.
  3. Mufid: Memberikan faedah pemahaman yang utuh sehingga pendengar tidak lagi menunggu kelanjutan kalimat.
  4. Bil Wadh'i: Disengaja diucapkan dan menggunakan tata bahasa Arab yang baku.

Seluruh kata di dalam Bahasa Arab hanya terbagi menjadi 3 jenis utama:

  • Isim (Kata Benda): Kata yang merujuk pada benda, nama, sifat, atau konsep mandiri tanpa terikat waktu.
  • Fi'il (Kata Kerja): Kata yang menunjukkan perbuatan dan terikat dengan waktu tertentu (lampau, sekarang, atau depan).
  • Huruf: Kata bantu yang baru memiliki arti yang jelas jika digabungkan dengan kata lain.

Contoh Penerapan

  • Zaid sedang membaca kitab (Kalam) يَقْرَأُ زَيْدٌ كِتَابًا
  • Isim (Buku / Kitab) كِتَابٌ
  • Fi'il (Telah Menulis) كَتَبَ

الإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِيرُ أَوَاخِرِ الكَلِمِ لِاخْتِلَافِ العَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا. وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ: رَفْعٌ، وَنَصْبٌ، وَخَفْضٌ، وَجَزْمٌ.

"I'rab adalah perubahan harakat akhir kata disebabkan perbedaan amil (faktor penentu) yang masuk padanya, baik secara lafazh (tampak) maupun taqdir (diperkirakan). Pembagiannya ada empat: Rafa', Nashab, Khafadh (Jarr), dan Jazm."

Penjelasan & Syarah

I'rab adalah inti dari ilmu Nahwu. Keunikan bahasa Arab terletak pada harakat akhir kata yang bisa berubah tergantung posisi kata tersebut di dalam kalimat.

Perubahan harakat akhir ini dipicu oleh adanya Amil (kata penentu posisi). Perubahan ini terbagi menjadi dua:

  1. Lafzhi (Tampak): Harakat akhirnya jelas terlihat dan terdengar perubahannya.
  2. Taqdiri (Perkiraan/Tersembunyi): Harakat akhirnya tidak tampak karena kata tersebut berakhir dengan huruf penyakit (illat) seperti alif, ya, atau wawu.

Pembagian status I'rab ada 4 macam:

  • Rafa': Status dasar kata benda/kerja (ditandai dengan Dhammah).
  • Nashab: Status kata yang menjadi objek/keterangan (ditandai dengan Fathah).
  • Khafadh / Jarr: Status khusus kata benda setelah huruf jarr (ditandai dengan Kasrah).
  • Jazm: Status khusus kata kerja setelah amil jazm (ditandai dengan Sukun).

Contoh I'rab Lafzhi

  • Rafa' (Zaid sebagai subjek/Fa'il) جَاءَ زَيْدٌ
  • Nashab (Zaid sebagai objek/Maf'ul) رَأَيْتُ زَيْدًا
  • Khafadh (Zaid didahului huruf Jarr) مَرَرْتُ بِزَيْدٍ

لِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ: الضَّمَّةُ، وَالوَاوُ، وَالأَلِفُ، وَالنُّونُ. فَأَمَّا الضَّمَّةُ فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي الاِسْمِ المُفْرَدِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ، وَجَمْعِ المُؤَنَّثِ السَّالِمِ، وَالفِعْلِ المُضَارِعِ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.

"Rafa' memiliki empat tanda: Dhammah, Wawu, Alif, dan Nun. Adapun Dhammah menjadi tanda rafa' pada empat tempat: Isim Mufrad, Jamak Taksir, Jamak Muannats Salim, dan Fi'il Mudhari' yang tidak bersambung dengan sesuatu di akhirnya."

Penjelasan & Syarah

Status Rafa' memiliki satu tanda utama yaitu Dhammah, dan tiga tanda pengganti (*niyabah*) yaitu Wawu, Alif, dan Nun.

Tanda utama berupa Dhammah berlaku pada 4 kondisi kata:

  1. Isim Mufrad: Kata benda tunggal tunggal tunggal. (Contoh: زَيْدٌ)
  2. Jamak Taksir: Kata benda jamak yang merubah bentuk mufradnya (tidak beraturan). (Contoh: رِجَالٌ)
  3. Jamak Muannats Salim: Kata benda jamak khusus perempuan beraturan yang berakhiran alif dan ta'. (Contoh: مُسْلِمَاتٌ)
  4. Fi'il Mudhari' Shahih Akhir: Kata kerja sekarang/nanti yang huruf akhirnya bukan huruf illat dan tidak bersambung apapun di ujungnya. (Contoh: يَكْتُبُ)

Contoh Rafa' dengan Dhammah

  • Isim Mufrad جَاءَ القَاضِي (Taqdiri) / كِتَابٌ (Lafzhi)
  • Jamak Taksir تَعَلَّمَ الطُّلَّابُ
  • Fi'il Mudhari' يَذْهَبُ مُحَمَّدٌ

الأَفْعَالُ ثَلَاثَةٌ: مَاضٍ، وَمُضَارِعٌ، وَأَمْرٌ، نَحْوُ: ضَرَبَ، وَيَضْرِبُ، وَاضْرِبْ. فَالْمَاضِي مَفْتُوحُ الْآخِرِ أَبَدًا. وَالْأَمْرُ مَجْزُومٌ أَبَدًا. وَالْمُضَارِعُ مَا كَانَ فِي أَوَّلِهِ إِحْدَى الزَّوَائِدِ الْأَرْبَعِ الَّتِي يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ: "أَنَيْتُ" وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ.

"Fi'il (kata kerja) itu ada tiga: Madhi (lampau), Mudhari' (sekarang/nanti), dan Amr (perintah). Contohnya: dharaba, yadhribu, dan idhrib. Fi'il Madhi selalu fathah akhirnya. Fi'il Amr selalu jazm (sukun) akhirnya. Fi'il Mudhari' diawali huruf tambahan yang terangkum dalam kata 'Anaitu', dan statusnya selalu marfu' kecuali dimasuki amil nashab atau amil jazm."

Penjelasan & Syarah

Dalam tata bahasa Arab, pembagian kata kerja (Fi'il) didasarkan pada waktu kejadiannya:

  1. Fi'il Madhi (Lampau): Menunjukkan kejadian masa lalu. Hukum asalnya adalah Mabni Fathah (harakat akhir selalu fathah secara tetap).
  2. Fi'il Amr (Perintah): Menunjukkan perintah. Hukum asalnya adalah Mabni Sukun (selalu mati ujungnya).
  3. Fi'il Mudhari' (Sekarang/Depan): Hukum asalnya adalah Mu'rab (harakat akhirnya bisa berubah).

Syarat khusus Fi'il Mudhari' wajib diawali salah satu dari 4 huruf mudhara'ah yang disingkat أَنَيْتُ (Anaitu):

  • Hamzah (أ) - menunjukkan subjek Saya.
  • Nun (ن) - menunjukkan subjek Kami/Kita.
  • Ya (ي) - menunjukkan subjek Dia (laki-laki).
  • Ta (ت) - menunjukkan subjek Kamu / Dia (perempuan).

Contoh Fi'il

  • Madhi (Telah Duduk) جَلَسَ
  • Amr (Duduklah!) اجْلِسْ
  • Mudhari' (Sedang Duduk) يَجْلِسُ

المَرْفُوعَاتُ سَبْعَةٌ، وَهِيَ: الفَاعِلُ، وَالمَفْعُولُ الَّذِي لَمْ يُسَمَّ فَاعِلُهُ، وَالمُبْتَدَأُ، وَخَبَرُهُ، وَاسْمُ كَانَ وَأَخَوَاتِهَا، وَخَبَرُ إِنَّ وَأَخَوَاتِهَا، وَالتَّابِعُ لِلْمَرْفُوعِ، وَهُوَ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ: النَّعْتُ، وَالعَطْفُ، وَالتَّوْكِيدُ، وَالبَدَلُ.

"Isim-isim yang marfu' (dibaca rafa') ada tujuh: Fa'il (subjek), Maf'ul yang tidak disebut fa'ilnya (Naib-ul Fa'il), Mubtada' (subjek kalimat isim), Khabar (predikat), Isim Kaana dan saudaranya, Khabar Inna dan saudaranya, serta pengikut kata yang marfu' (Taabi'). Pengikut ada empat: Na'at (sifat), Athaf (penghubung), Taukid (penegas), dan Badal (pengganti)."

Penjelasan & Syarah

Bab ini merangkum seluruh kata benda (Isim) yang di dalam susunan kalimat **wajib** dibaca Rafa' (nominative):

  1. Fa'il: Pelaku pekerjaan (subjek fi'il).
  2. Naibul Fa'il: Pengganti pelaku (pada kalimat pasif).
  3. Mubtada': Isim di awal kalimat yang diterangkan.
  4. Khabar: Bagian kalimat yang menerangkan Mubtada'.
  5. Isim Kaana: Subjek setelah dimasuki kata bantu Kaana.
  6. Khabar Inna: Predikat setelah dimasuki kata penegas Inna.
  7. Tawabi' (Pengikut): Kata yang ikut dibaca rafa' karena mengikuti kata sebelumnya.

Tawabi' (pengikut) tersusun dari 4 macam pembagian:

  • Na'at (Sifat) - Kata sifat (cth: Zaid yang cerdas).
  • Athaf (Sambungan) - Dihubungkan kata sambung (cth: Zaid dan Umar).
  • Taukid (Penegas) - Penegasan kata (cth: Zaid sendiri).
  • Badal (Pengganti) - Kata ganti padanan (cth: Ustadz Ahmad).

Contoh Kalimat Rafa'

  • Mubtada' & Khabar مُحَمَّدٌ نَبِيٌّ
  • Fa'il (Subjek) قَالَ اللهُ
  • Na'at (Pengikut Rafa') جَاءَ الرَّجُلُ الصَّالِحُ