الكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيدُ بِالوَضْعِ. وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ: اسْمٌ، وَفِعْلٌ، وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنَى.
"Kalam (kalimat sempurna) adalah lafazh yang tersusun, memberikan faedah, dan disengaja (menggunakan bahasa Arab). Pembagiannya ada tiga: Isim (kata benda), Fi'il (kata kerja), dan Huruf yang memiliki makna."
Sebuah untaian kata dalam Bahasa Arab baru bisa dikategorikan sebagai Kalam apabila memenuhi 4 syarat mutlak:
Seluruh kata di dalam Bahasa Arab hanya terbagi menjadi 3 jenis utama:
الإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِيرُ أَوَاخِرِ الكَلِمِ لِاخْتِلَافِ العَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا. وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ: رَفْعٌ، وَنَصْبٌ، وَخَفْضٌ، وَجَزْمٌ.
"I'rab adalah perubahan harakat akhir kata disebabkan perbedaan amil (faktor penentu) yang masuk padanya, baik secara lafazh (tampak) maupun taqdir (diperkirakan). Pembagiannya ada empat: Rafa', Nashab, Khafadh (Jarr), dan Jazm."
I'rab adalah inti dari ilmu Nahwu. Keunikan bahasa Arab terletak pada harakat akhir kata yang bisa berubah tergantung posisi kata tersebut di dalam kalimat.
Perubahan harakat akhir ini dipicu oleh adanya Amil (kata penentu posisi). Perubahan ini terbagi menjadi dua:
Pembagian status I'rab ada 4 macam:
لِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ: الضَّمَّةُ، وَالوَاوُ، وَالأَلِفُ، وَالنُّونُ. فَأَمَّا الضَّمَّةُ فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي الاِسْمِ المُفْرَدِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ، وَجَمْعِ المُؤَنَّثِ السَّالِمِ، وَالفِعْلِ المُضَارِعِ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.
"Rafa' memiliki empat tanda: Dhammah, Wawu, Alif, dan Nun. Adapun Dhammah menjadi tanda rafa' pada empat tempat: Isim Mufrad, Jamak Taksir, Jamak Muannats Salim, dan Fi'il Mudhari' yang tidak bersambung dengan sesuatu di akhirnya."
Status Rafa' memiliki satu tanda utama yaitu Dhammah, dan tiga tanda pengganti (*niyabah*) yaitu Wawu, Alif, dan Nun.
Tanda utama berupa Dhammah berlaku pada 4 kondisi kata:
الأَفْعَالُ ثَلَاثَةٌ: مَاضٍ، وَمُضَارِعٌ، وَأَمْرٌ، نَحْوُ: ضَرَبَ، وَيَضْرِبُ، وَاضْرِبْ. فَالْمَاضِي مَفْتُوحُ الْآخِرِ أَبَدًا. وَالْأَمْرُ مَجْزُومٌ أَبَدًا. وَالْمُضَارِعُ مَا كَانَ فِي أَوَّلِهِ إِحْدَى الزَّوَائِدِ الْأَرْبَعِ الَّتِي يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ: "أَنَيْتُ" وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ.
"Fi'il (kata kerja) itu ada tiga: Madhi (lampau), Mudhari' (sekarang/nanti), dan Amr (perintah). Contohnya: dharaba, yadhribu, dan idhrib. Fi'il Madhi selalu fathah akhirnya. Fi'il Amr selalu jazm (sukun) akhirnya. Fi'il Mudhari' diawali huruf tambahan yang terangkum dalam kata 'Anaitu', dan statusnya selalu marfu' kecuali dimasuki amil nashab atau amil jazm."
Dalam tata bahasa Arab, pembagian kata kerja (Fi'il) didasarkan pada waktu kejadiannya:
Syarat khusus Fi'il Mudhari' wajib diawali salah satu dari 4 huruf mudhara'ah yang disingkat أَنَيْتُ (Anaitu):
المَرْفُوعَاتُ سَبْعَةٌ، وَهِيَ: الفَاعِلُ، وَالمَفْعُولُ الَّذِي لَمْ يُسَمَّ فَاعِلُهُ، وَالمُبْتَدَأُ، وَخَبَرُهُ، وَاسْمُ كَانَ وَأَخَوَاتِهَا، وَخَبَرُ إِنَّ وَأَخَوَاتِهَا، وَالتَّابِعُ لِلْمَرْفُوعِ، وَهُوَ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ: النَّعْتُ، وَالعَطْفُ، وَالتَّوْكِيدُ، وَالبَدَلُ.
"Isim-isim yang marfu' (dibaca rafa') ada tujuh: Fa'il (subjek), Maf'ul yang tidak disebut fa'ilnya (Naib-ul Fa'il), Mubtada' (subjek kalimat isim), Khabar (predikat), Isim Kaana dan saudaranya, Khabar Inna dan saudaranya, serta pengikut kata yang marfu' (Taabi'). Pengikut ada empat: Na'at (sifat), Athaf (penghubung), Taukid (penegas), dan Badal (pengganti)."
Bab ini merangkum seluruh kata benda (Isim) yang di dalam susunan kalimat **wajib** dibaca Rafa' (nominative):
Tawabi' (pengikut) tersusun dari 4 macam pembagian: